Jumat 25 November 2011.
Pak Wakidi ngajak kita2 yang dioffice makan2 karena akad kredit rumahnya disetujui oleh pihak Bank (sebenarnya ada unsur pemerasan juga sih ). Tapi kalau cuma makan aja nggak rame. Jadinya kita buat acara jalan sekalian ke Barelang tepatnya di Pulau Galang.
Sabtu 26 November 2011
Bangun Pukul 4 subuh langsung bertempur di dapur nyiapin tetek bengek yang akan dibawa. Mulai dari Ikan bakar, ayam bakar, lalapan, berbagai macam cemilan dll.an akhirnya berangkat sebanyak 8 orang. Sebenarnya masih rada was2 karena batam kan habis rusuh dengan demo besar2an karyawan. Dan disisi lain ada perasaan berdosa juga. Mereka sedang berjuang tapi kita malah senang2. Tapi inilah hidup. Kita ngk harus ikut2an lapar juga kan kalau ada orang yang ngk bisa makan. Ada waktu dan cara tersendiri kita membantu mereka ( berusaha mencari pembenaran ) terserahlah.
 |
| SIAP... ACTION |
Ke Barelang ini bukan kali pertamanya, udah sering. Hampir bosan. Tapi karena eventnya beda2 ngk apalah. Sesuai kesepakatan kami akhirnya setuju pergi ke pantai paling ujung yaitu Pantai Galang Mas. Tempatnya biasa aja, malah jujur lebih bagusan Pantai Melur. Disini banyak batu karang dan tumbuhan laut yang bikin aku geli kalau sampai nginjek. Ngak landai dan.... Panasnya minta ampun walau kami berteduh di bawah pohon yang banyak tumbuh disana. Kebetulan juga air sedang pasang.
 |
| PANTAI GALANG MAS |
Setelah menemukan lokasi yang pas. Perutpun sudah terasa lapar jadi langsung aja siap2 buat pembakaran.
 |
| SIAP BAKAR |
 |
| AYAM BAKAR |
 |
| IDA QUEEN |
 |
| MIE GORENG KERITING |
 |
| CEMILAN |
Setelah makan dan mengelilingi sebagian pantai, perjalanan dilanjutkan menuju kamp vietnam. Disekitar camp ini banyak hidup monyet2 liar. Mereka kerap turun ke jalan untuk minta makan kepada siapa aja yang lewat. Cukup jinak tetapi selalu waspada.
 |
LAPER YA ...
|
Akhirnya sampai di camp vietnam, tepatnya di Pagoda .....
Pasti ingatkan dengan peristiwa ratusan ribu penduduk Vietnam bagian selatan melarikan diri meninggalkan kampung halamannya untuk mengungsi ke negara lain pascaperang saudara di Vietnam sekitar 1980-an. Meski telah lama berlalu, kita dapat melongok kembali kejadian tersebut, bahkan tanpa menggunakan mesin waktu.
Saat peristiwa itu terjadi, para pengungsi ini meninggalkan negaranya menggunakan perahu-perahu yang kondisinya memprihatinkan. Dalam satu perahu bisa ditempati 40-100 orang. Berbulan-bulan para pengungsi terombang-ambing di tengah perairan Laut Cina Selatan, tanpa tujuan yang jelas. Sebagian dari mereka ada yang meninggal di tengah lautan dan sebagian lagi dapat mencapai daratan, termasuk wilayah Indonesia, seperti Pulau Galang dan Tanjung Pinang.
Gelombang pengungsi ini menarik perhatian Komisi Tinggi Urusan Pengungsi PBB (UNHCR) dan Pemerintah Indonesia. Pulau Galang, tepatnya di Desa Sijantung, Kepulauan Riau, akhirnya disepakati untuk digunakan sebagai tempat penampungan sementara bagi para pengungsi. UNHCR dan Pemerintah Indonesia membangun berbagai fasilitas, seperti barak pengungsian, tempat ibadah, rumah sakit, dan sekolah, yang digunakan untuk memfasilitasi sekitar 250.000 pengungsi.
Di tempat ini, para pengungsi Vietnam meneruskan hidupnya sepanjang tahun 1979-1996, hingga akhirnya mereka mendapat suaka di negara-negara maju yang mau menerima mereka ataupun dipulangkan ke Vietnam. Para pengungsi ini dikonsentrasikan di satu permukiman seluas 80 hektar dan tertutup interaksinya dengan penduduk setempat. Hal ini dilakukan untuk mempermudah pengawasan, pengaturan, penjagaan keamanan, sekaligus untuk menghindari penyebaran penyakit kelamin Vietnam Rose yang dibawa oleh para pengungsi ini.
Saat ini, bekas kamp pengungsian tersebut dijadikan tempat wisata oleh pihak Otorita Batam sebagai salah satu upaya mewujudkan program Visit Batam 2010. Berkunjung ke tempat ini dapat mengingatkan kita akan tragedi masa lalu yang menyebabkan ratusan ribu orang harus hengkang dari negaranya untuk mencari perlindungan.
 |
| JEMBATAN MENUJU PAGODA |
 |
| GERBANG MASUK KE PAGODA |
 |
| PAGODA TAMPAK DEPAN |
 |
| SALAH SATU PATUNG DISEKITAR PAGODA |
 |
| PATUNG SINGA (dan Induk semangnya) |
Yah, segitu aja acara jalan2 berbau pemerasan kepada Papa Raihan. Mudah2an dia ngk kapok. Lain kali ngajak jalan kemana gitu. Ke bali kek or ke medan kek.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar